Pacarku bukan pria romantis. Setidaknya itu yang aku tahu setelah 6 bulan kami berpacaran. Awalnya dia tentu saja pria romantis bukan main. Bahkan awalnya kami bisa saling berbicara ditelepon hinga pukul 3 pagi. Sekarang, pukul 10 saja, saling menelpon tetap jadi rutinitas kami, tapi keesokan paginya, kami akan bertanya, siapa yang tidur duluan semalam?
Ketika dia berulang tahun, aku yang pulang kerja jam 5 sore, segera ke kantornya, membawa sebuah kue ulang tahun, lengkap dengan lilin. Juga sebuah kotak kado berisi parfum. Aku ajak dia makan di sebuah restoran seafood, karena beberapa hari belakangan, dia ingin makan kepiting. Walaupun kenyataannya, akulah yang makan. Dia alergi seafood. satu-satunya yang dia bisa makan hanyalah cumi-cumi. Begitulah, betapa romantisnya aku.
Ketika aku yang berulang tahun, aku pula yang ke kantornya, karena jam pulang ku lebih awal daripada kantornya. Setelah kami makan di restoran yang menyediakan beef steak, dia memberikan sebuah kantong plastik, iya, kantong plastik. Bukan paperbag apalagi kotak kado, yang isinya sebuah tas. Betapa tidak romantisnya. Meskipun aku sangat suka tasnya.
Pun di ulang tahun ku, setahun setelah itu. Dia semakin tidak romantis. Dia datang ke kantorku, sebuah moment yang jarang sekali, mengajakku makan pizza, membelikanku satu slice cheese cake. Dan.. No kado. Iya, dia tidak memberikanku kado.
Namun, letak romantisnya justru di situ. Dengan lembut "Sayang, maaf ya gak bisa kasih hadiah. Kita tabung aja ya uangnya. Buat rumah" Kami memang sedang membangun sebuah rumah. Tapi entah mengapa kali itu aku meleleh.
Ya, dia menyisihkan uang cukup banyak untuk itu. Ternyata memang,diusia kami yang masih muda, seikat bunga bukanlah ungkapan sayang yang begitu penting.
The Bride Soon
I'm so excited! Jadi saya akan berbagi ke excited an saya pula
Senin, 29 Februari 2016
Senin, 22 Februari 2016
PLASTIK BERBAYAR? WHY NOT?
Hai! Postingan pertama setelah bertahun-tahun. Rasanya blog ini udah banyak sampah, debu, gelandangan, tulang belulang. Saya bersih-bersih dulu ya.
2 jam kemudian...
Nah, sekarang udah beres.
Oya, pada tahu gak plastic bag, atau kantong plastik sekarang bayar lho. Terakhir tadi siang, waktu di salah satu minimarket yang depannya A belakangnya A, tengahnya L dan F mart, 1 plastik kecil, dihargai Rp. 200,- Wow.. murah ya? Eit, memang kelihatannya murah, tapi kalo belinya cuman santan instan kayak saya, santannya aja 2.500, plastiknya segitu, mau bawa tenteng ya ga enak dilihat.
Akhirnya, demi membuatpengeluaran ga bertambah kelestarian bumi, maka saya beride untuk membuat semacam dispenser untuk plastik.
Step by stepnya:
Nah, kalo saya sih pake kardus susu. Ukuran kotaknya pas sesuai dengan maunya saya.
Hal ini dilakukan supaya lebih rapi. Dan gak ganggu pas kita mau cemplung-cemplungin plastik baru. Oya, abaikan gambar kakinya ya.
Tandai dengan alat tulis dan gunting.
Sebenernya saya pake cutter sih. Bukan gunting,
Step terakhir, kasih mika di bagian jendela atas. Ini berfungsi untuk mengendalikan abis engganya si plastik. Oiya, plastik yang dimasukkan, dalam keadaan terlipat rapi ya. Kemaren sempet bikin yang semacam tissue, yang cabut-cabut, kelemahannya banyak.
1. Kudu pastiin yang baru terikat ke yang lama, jadi kecantol gitu.
2. Muat dikit
3. Plastik yang dihasilkan, kusut.
Nah, itu aku kasih lakban hitam, karena sistemnya come first out first, jendela bawah supaya ga gampang robek.
Selesai deh!
Budget:
Kardus Rp. 0,-
Mika Rp. 1000,-
Lakban Rp. 0,- (pake stock di rumah)
2 jam kemudian...
Nah, sekarang udah beres.
Oya, pada tahu gak plastic bag, atau kantong plastik sekarang bayar lho. Terakhir tadi siang, waktu di salah satu minimarket yang depannya A belakangnya A, tengahnya L dan F mart, 1 plastik kecil, dihargai Rp. 200,- Wow.. murah ya? Eit, memang kelihatannya murah, tapi kalo belinya cuman santan instan kayak saya, santannya aja 2.500, plastiknya segitu, mau bawa tenteng ya ga enak dilihat.
Akhirnya, demi membuat
Step by stepnya:
| ||
| Step 1. Pilih kardus mana yang kamu mau pake. |
![]() | ||
| Step 2. Potong bagian atas kardus |
![]() |
| Step 3. Buat pola seperti gambar |
![]() | |
| Step 4. Gunting |
![]() | ||
| Step 5. Hias |
1. Kudu pastiin yang baru terikat ke yang lama, jadi kecantol gitu.
2. Muat dikit
3. Plastik yang dihasilkan, kusut.
Nah, itu aku kasih lakban hitam, karena sistemnya come first out first, jendela bawah supaya ga gampang robek.
Selesai deh!
Budget:
Kardus Rp. 0,-
Mika Rp. 1000,-
Lakban Rp. 0,- (pake stock di rumah)
Kamis, 24 Juni 2010
Memasak Mie Instant agar 'terlihat' lebih sehat
Mengapa saya memberi tanda kutip di kata: terlihat? Karena yang menilai saya, bukan ahli gizi. Hehehe...Kalau sampai salah, tak mudah dipertanggungjawabkan...
Nah, saya mau share mengenai cara memasak mie ala saya ini. Kenapa ada mie macam begini? Karena kata banyak orang, mie instan itu tak sehat. Sedikit mengurangi racunnya laahhh...
***
Nah, saya mau share mengenai cara memasak mie ala saya ini. Kenapa ada mie macam begini? Karena kata banyak orang, mie instan itu tak sehat. Sedikit mengurangi racunnya laahhh...
***
1. Siapkan peralatan dan bahan- bahan yg anda punya (kalo saya, hasil nguprek lemari es), sedapatnya apa, ya cemplungin. Hasil improvisasi... :)
2. Bahan yg kemaren saya pakai adalah:
2. Bahan yg kemaren saya pakai adalah:
- mie instant 8 bungkus (wow, jangan salah, yang makan orang 8 juga)
- smoke beef 2 lembar
- telur 4 butir
- tomat gede 2 butir
- daun bawang beberapa
***
Cara Masaknya:
1. Rebus mie instant di air mendidih, sampai empuk, tidak benar-benar lembek. Tiriskan. Buang airnya. Masukkan bumbu cair (kecap, saus dan minyak goreng),
2. Rebus juga smoke beef di air mendidih, sampai empuk. tiriskan. Potong seperti daging asap/ mie
3. iris- iris Tomat
4. Iris- iris daun bawang
5. Panaskan wajan, masukkan 2 sendok mentega, sampai meleleh.
6. Orak- arik telur
7. Masukkan Tomat, daun bawang, bumbu kering dan beef.
8. Agak panas, masukkan mie yang telah dibumbu basah
9. Aduk- aduk sampai rata dan mencapai kelembekan dan panas sempurna
10. Sajukan
1. Rebus mie instant di air mendidih, sampai empuk, tidak benar-benar lembek. Tiriskan. Buang airnya. Masukkan bumbu cair (kecap, saus dan minyak goreng),
2. Rebus juga smoke beef di air mendidih, sampai empuk. tiriskan. Potong seperti daging asap/ mie
3. iris- iris Tomat
4. Iris- iris daun bawang
5. Panaskan wajan, masukkan 2 sendok mentega, sampai meleleh.
6. Orak- arik telur
7. Masukkan Tomat, daun bawang, bumbu kering dan beef.
8. Agak panas, masukkan mie yang telah dibumbu basah
9. Aduk- aduk sampai rata dan mencapai kelembekan dan panas sempurna
10. Sajukan
***
Kemaren sih, habis...bis...bis...
Mau coba?
Mau coba?
Jumat, 18 Juni 2010
Televisi, layar sejuta warna sejuta cerita
Hmmm... pagi ini ga main badminton.
Gara- garanya kaka ga mao anterin. Hooooaaa... ;(
Dalam hati dongkol buanget. Abis, seminggu penuh nungguin hari Sabtu supaya bisa main badminton, eh ujung- ujungnya ga jadi.
***
Ya udah, bangun tidur ada remote.
Tahu kan apa yang akan saya lakukan dengan benda keramat satu itu?
Dimakan? bukan
Dimandiin? apalagi...
Ya jelas, di pencet lah. Teve nyala. Pindah- pindah channel.
Bosan...
***
Sambil ganti- ganti chanel antara cartoon, berita dan infotainment, saya dapet ilham buat nulis di blog tentang televisi ni.
Seperti judulnya, benda kotak ajaib ini mampu membuat orang biasa jadi luar biasa.
yang luar biasa bisa di jadikan biasa aja.
***
Miris + jengkel waktu liat infotainment.
Dimana- mana yang muncul artis- artis yang sedang terlibat kasus video mesum.
Mulanya cuma di infotaiment, lalu sekarang merambah ke berita.
Untung saja Spongebob favorite saya ga ngikut.
Hi... hi... hi...
Mana SBY, Megawati dan tokoh- tokoh papan atas ikut berkomentar lagi.
Kaya ga ada yang pantas untuk lebih diperhatikan aja.
***
Kasus Century agaknya mulai terlupakan karenanya.
Ck..ck...ck...
***
Apa sih lebihnya artis daripada kita?
Ga ada.
Mungkin bedanya, dia agak cakep ketimbang kita.
Dia keluar masuk Tipi.
Selebihnya... Nothing.
T'rus kenapa mereka di ekspos segitunya?
***
Ada berita yang membuat saya tergugah,
di daerah Tangerang, ada bermukim para Cina Benteng.
Hidupnya d pinggiran kali.
Kini mereka musti pergi dari sono karena Pemerintah akan membangun sesuatu.
Kasihan...
Mana yang diinterview udah tua lagi.
Kerjaannya jualan siomay.
Saya sampai nangis liatnya. Aduh... Ironis banget.
Cina- cina Glodog ngumpulin rumah sebanyak- banyaknya
Cina Benteng?
***
Harusnya pemerintah lebih merhatiin itu kan?
Bukan malah simpatik sama "tokoh video mesum"
***
Nah, balik lagi ke Video Mesum, saya pikir, pemerintah ga adil.
Dan kasihan si vocalist juga.
Coba kalo vocalist itu ga terkenal, ga akan diusutlah tu kasus.
Pemerintah mana tahu sih pelaku video mesum yang namanya Tono, Budi, Akri, Eko?
Hanya karena sang Vocalist terkenal aja.
Kasihan... Bukankah selebriti juga manusia?
Gara- garanya kaka ga mao anterin. Hooooaaa... ;(
Dalam hati dongkol buanget. Abis, seminggu penuh nungguin hari Sabtu supaya bisa main badminton, eh ujung- ujungnya ga jadi.
***
Ya udah, bangun tidur ada remote.
Tahu kan apa yang akan saya lakukan dengan benda keramat satu itu?
Dimakan? bukan
Dimandiin? apalagi...
Ya jelas, di pencet lah. Teve nyala. Pindah- pindah channel.
Bosan...
***
Sambil ganti- ganti chanel antara cartoon, berita dan infotainment, saya dapet ilham buat nulis di blog tentang televisi ni.
Seperti judulnya, benda kotak ajaib ini mampu membuat orang biasa jadi luar biasa.
yang luar biasa bisa di jadikan biasa aja.
***
Miris + jengkel waktu liat infotainment.
Dimana- mana yang muncul artis- artis yang sedang terlibat kasus video mesum.
Mulanya cuma di infotaiment, lalu sekarang merambah ke berita.
Untung saja Spongebob favorite saya ga ngikut.
Hi... hi... hi...
Mana SBY, Megawati dan tokoh- tokoh papan atas ikut berkomentar lagi.
Kaya ga ada yang pantas untuk lebih diperhatikan aja.
***
Kasus Century agaknya mulai terlupakan karenanya.
Ck..ck...ck...
***
Apa sih lebihnya artis daripada kita?
Ga ada.
Mungkin bedanya, dia agak cakep ketimbang kita.
Dia keluar masuk Tipi.
Selebihnya... Nothing.
T'rus kenapa mereka di ekspos segitunya?
***
Ada berita yang membuat saya tergugah,
di daerah Tangerang, ada bermukim para Cina Benteng.
Hidupnya d pinggiran kali.
Kini mereka musti pergi dari sono karena Pemerintah akan membangun sesuatu.
Kasihan...
Mana yang diinterview udah tua lagi.
Kerjaannya jualan siomay.
Saya sampai nangis liatnya. Aduh... Ironis banget.
Cina- cina Glodog ngumpulin rumah sebanyak- banyaknya
Cina Benteng?
***
Harusnya pemerintah lebih merhatiin itu kan?
Bukan malah simpatik sama "tokoh video mesum"
***
Nah, balik lagi ke Video Mesum, saya pikir, pemerintah ga adil.
Dan kasihan si vocalist juga.
Coba kalo vocalist itu ga terkenal, ga akan diusutlah tu kasus.
Pemerintah mana tahu sih pelaku video mesum yang namanya Tono, Budi, Akri, Eko?
Hanya karena sang Vocalist terkenal aja.
Kasihan... Bukankah selebriti juga manusia?
Kamis, 06 Mei 2010
New habitat, new tabiat...
So long time not open my Blog. Since I am home. Back to my town, Madiun. About 5 months.
***
Finally, kerjaan pula yang membuat saya balik ke kota metropolis ini.
Huft...Karena ga ada yg bisa (atau ga mau) ditumpangi lagi, I rent a room at Saharjo.
***
Tak disangka, hasrat kebebasan yang terbendung selama bertahun- tahun (jailah...) akhirnya meluap juga. Kalau dulu, saya ga boleh keluar malam karena "cewe", sekarang engga lagi
Tenang saja, saya masih tahu batasannya koq.
Jadi, akhir- akhir ini saya sering keluar malam dan sekarang saya lagi tergila- gila sama permainan satu ini.
Permainan meja hijau (bukan pengadilan lho) Bola sodok.
Seru... biasanya saya maen di PasFes (Pasar Festival) Jl. HR Rasuna Said,
ga tahu? Itu tuh... universitas Bakrie.
Tempatnya emang rada tersembunyi.
Tapi percaya deh...kalo dicari pasti dapet.
Kisaran 35rb/ jam tergantung tablenya juga kan?!
Come to Join us, Frens...... :)
***
Finally, kerjaan pula yang membuat saya balik ke kota metropolis ini.
Huft...Karena ga ada yg bisa (atau ga mau) ditumpangi lagi, I rent a room at Saharjo.
***
Tak disangka, hasrat kebebasan yang terbendung selama bertahun- tahun (jailah...) akhirnya meluap juga. Kalau dulu, saya ga boleh keluar malam karena "cewe", sekarang engga lagi
Tenang saja, saya masih tahu batasannya koq.
Jadi, akhir- akhir ini saya sering keluar malam dan sekarang saya lagi tergila- gila sama permainan satu ini.
Permainan meja hijau (bukan pengadilan lho) Bola sodok.
Seru... biasanya saya maen di PasFes (Pasar Festival) Jl. HR Rasuna Said,
ga tahu? Itu tuh... universitas Bakrie.
Tempatnya emang rada tersembunyi.
Tapi percaya deh...kalo dicari pasti dapet.
Kisaran 35rb/ jam tergantung tablenya juga kan?!
Come to Join us, Frens...... :)

Senin, 20 April 2009
Fuih... kemaren hari sabtu si Koko ngajakin masak- masak.
Rutinitas at the weekend.
masak dech kita.
dan jadilah...tara: ....................................
inilah menu special kami.
***
Fave kami gitu loh.
cape memang, tapi tiba- tiba aja ilang pas liat lahapnya The Judge lage maem...
heheheheheh....siapakah the judge itu?
ya itu, para penikmat hasil masakanku.
Mereka makan sampai berpeluh- peluh,
entah karena enak atau karena cape memaksakan diri
udah ga enak, d suruh ngabisin pula :p
***
sama- sama belajar masaknya yuuuukkk.....
gampang banget kog.....
Udah deh, kalo masak sama saya, simple. Karena serba instan. :)
masaknya beginie:
gampang!
rebus aja tuh santan+ aer, masukin sayurnya satu- satu.
Teorinya, yang paling keras, yg duluan.
baru dech bumbu.
Incipi, kasi segala macam yang kurang
dan, Selesai......
Tempe Goreng
aduh gampang banget nie. Beli Tempe, di potong- potong terus permukaannya dikerat- kerat. di celup ke aer yg ada bumbu bawang ma garam aja. udah, tinggal goreng. Mau kering, mau basah, mo tebel, mo tipis, sesuai selera deh :)
Sambal
1. cabe, biar pedes
2. tomat.
3. Terasi atau ebi goreng (yg alergi, ga usah pake udah enak og)
4. Bawang merah
5. Garam, gula
aduh....nulis aja bikin Laper....pulangnya masih lama
Selamat mencoba :)
Rutinitas at the weekend.
masak dech kita.
dan jadilah...tara: ....................................
inilah menu special kami.
***
Fave kami gitu loh.
cape memang, tapi tiba- tiba aja ilang pas liat lahapnya The Judge lage maem...
heheheheheh....siapakah the judge itu?
ya itu, para penikmat hasil masakanku.
Mereka makan sampai berpeluh- peluh,
entah karena enak atau karena cape memaksakan diri
udah ga enak, d suruh ngabisin pula :p
***
sama- sama belajar masaknya yuuuukkk.....
gampang banget kog.....
Sayur Lodeh
1. sayur- sayuran,
bilang aja ama yg jual, bu Lodehannya 5rb. pasti tu di kasih banyak. hehehehe....ga dech becanda. ntar ada daun melinjo+ melinjonya, nangka (tewel kalo aku bilang), kacang panjang, buncis, terong ama labu.
2. bumbu, beli sachet'an juga ada. abiz waktu itu pulang kerja, ga mw repot dech
3. santan kental, beli juga.....
1. sayur- sayuran,
bilang aja ama yg jual, bu Lodehannya 5rb. pasti tu di kasih banyak. hehehehe....ga dech becanda. ntar ada daun melinjo+ melinjonya, nangka (tewel kalo aku bilang), kacang panjang, buncis, terong ama labu.
2. bumbu, beli sachet'an juga ada. abiz waktu itu pulang kerja, ga mw repot dech
3. santan kental, beli juga.....
Udah deh, kalo masak sama saya, simple. Karena serba instan. :)
masaknya beginie:
gampang!
rebus aja tuh santan+ aer, masukin sayurnya satu- satu.
Teorinya, yang paling keras, yg duluan.
baru dech bumbu.
Incipi, kasi segala macam yang kurang
dan, Selesai......
aduh gampang banget nie. Beli Tempe, di potong- potong terus permukaannya dikerat- kerat. di celup ke aer yg ada bumbu bawang ma garam aja. udah, tinggal goreng. Mau kering, mau basah, mo tebel, mo tipis, sesuai selera deh :)
1. cabe, biar pedes
2. tomat.
3. Terasi atau ebi goreng (yg alergi, ga usah pake udah enak og)
4. Bawang merah
5. Garam, gula
aduh....nulis aja bikin Laper....pulangnya masih lama
Selamat mencoba :)
Langganan:
Postingan (Atom)



